Berada Di Puncak Klasemen Moto GP, Rossi Menikmati Momentum.


Macroberita.com - Pada pekan depan mendatang Valentino Rossi akan memulai balapan dengan rasa percaya diri yang cukup tinggi.Dikarenakan pada balapan sebelumnya Rossi berhasil merebut Puncak Klasemen. Saat ini , ia tak mau memikirkan hal lain dan menikmati momentum saat ini.

Ya, tak ada yang menyangka bahwa Rossi akan menjadi pemimpin klasemen MotoGP 2017. Itu karena publik lebih banyak memprediksi persaingan antara Maverick Vinales dan Marc Marquez di papan atas klasemen.

Faktanya, Rossi menjadi pembalap yang paling rutin podium dalam tiga balapan awal musim ini. Meski belum meraih kemenangan, rutin naik podium sudah cukup bagi The Doctor untuk memuncaki klasemen pembalap dengan keunggulan enam poin atas Vinales, rekan setimnya.

"Ketika memulai musim, tujuan utama saya adalah memenangkan perlombaan. Tentu sangat sulit untuk bersaing dengan Vinales dan Marquez di atas. Tapi saya hanya harus menikmatinya saat ini," kata Rossi

Kesuksesan Rossi menjadi pemuncak klasemen MotoGP 2017 tak lepas dari sedikit keberuntungan yang didapatnya. Di dua balapan awal, Marquez terlihat masih sibuk untuk menemukan setting-an Honda RC213V yang tepat.

Selain itu, ia juga diuntungkan dengan hasil buruk yang didapat Vinales pada MotoGP Austin. Setelah memenangi balapan MotoGP Qatar dan Argentina, pembalap berusia 22 tahun itu justru gagal mencapai garis finis di Austin akibat terjatuh.

BACA JUGA : Kepulauan Sangihe Sulawesi Di Terjang Gempa 7.3 SR Berpotensi Tsunami

Kepulauan Sangihe Sulawesi Di Terjang Gempa 7,3 SR Berpotensi Tsunami.


Macroberita.com - Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara dihantam gempa bumi 7,3 Skal Richter diperkirakan mengguncang bagian Barat Laut pagi ini. Gempa tersebut berpotensi Tsunami.

"Potensi Tsunami untuk diteruskan kepada masyarakat,'' dikutip dari situs resmi Badan Meteorlogi, Klimatologi dan Geofisika tau lebih dikenal dengan BMKG, Sabtu (29/04/17)

BMKG juga kembali meralat hiposentrum gempa, dari skala 10 kilometer menjadi 43 kilometer. Koordinat gempa terletak pada 5,45 Lintang Utara (LU) dan 125 Bujur Timur (BT).

Mengenai lokasi tepatnya gempa berlangsung, BMKG juga meralat kembali dari 210 kilometer menjadi 206 kilometer Barat Laut Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Lokasi Gempa terletak di 206 kilometer Barat Laut Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Gempa terjadi pada pukul 03:23:17 WIB

Belum juga ada informasi lebih lanjut apakah gempa ini menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.

BACA JUGA : TNI Di Medan Temukan Sabu Di Pinggir Jalan Seberat 1 Kg

TNI Di Medan Temukan Sabu Di Pinggir Jalan Seberat 1 Kg


Macroberita.com, Medan - Tentara Nasional Indonesia Menemukan Narkoba seberat 1 kg dan 4000 pil ekstasi di Jalan Rajawali, Medan, Sumatera utara. Namun belum bisa dipastikan siapa pemilik dari barang  haram tersebut.

Dandim 0201/BS Kolonel Bambang Herqutanto menyebutkan, narkoba tersebut ditemukan salah satu anak buahnya Babinsa Koramil 06,Kodim 0201/BS Sersan dua Agus Gunawan didekat salah satu SPBU milik swasta di Jalan Rajawali Medan, Kamis (27/04/2017)

"Berdasarkan informasi yang didapat dari warga yang kemudian kita lakukan pengamatan di TKP tersebut "ucap Bambang.

Pada saat itu, Serda Agus melihat ada dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor tanpa plat dengan membawa satu bungkusan dengan plastik yang dicurigai berisi barang haram yang  berjenis narkoba.

Setelah mendekat, pelaku meletakkan bungkusan tersebut di pinggir jalan dekat tong sampah. Kemudian, pelaku langsung kabur.

"Saat dibuka, isi bungkusan adalah narkoba. Terkait hal ini, kita harap masyarakat berperan aktif, mari sama-sama berantas narkoba, " imbuh Bambang.

Kini, barang bukti tersebut sudah dibawa di Makodim 0201/BS. Untuk kasus ini, pihak TNI akan berkoordinasi dengan Polrestabes Medan.

BACA JUGA : Hary Tanoesoedibjo : " Dalam 10 Tahun Ke Depan. Indonesia Di Genggam Saya".

Hary Tanoesoedibjo : " Dalam 10 Tahun Ke Depan. Indonesia Di Genggam Saya ".


Macroberita.com - Apabila ada orang yang harus di waspadai di Indonesia, salah satunya yang mencuat kepermukaan adalah Hary Tanoesoedibjo atau yang lebih dikenal dengan nama Hari Tanu. Jelas ini bukan masalah ras ataupun agama.

Ya, Benar Hary Tanoesoedibjo memang layak kita takuti dan kita waspadai karena dia merupakan tipe pengusaha yang tampak mempunyai ambisi serta ego yang besar untuk meraih kekuasaan dengan cara seperti apapun juga demi kepentingan diri sendiri.

Dia merupakan sahabat dan juga rekan bisnis Donald Trump yang sekarang menjabat Presiden Amerika Serikat yang anti islam dan berambisi membangun kejayaan AS di Indonesia.

Hary Tanu di majalah Forbes mengatakan : "Dalam Sepuluh tahun ke depan, saya rasa saya akan menguasai negara ini."

Dan dia menyatakan dia harus memainkan wajah menipu (Poker Face) dalam berpolitik. " Politik itu permainanya kotor," imbuhnya.

Dia memiliki uang yang berlimpah, dukungan Amerika, kerajaan media dan kini boneka politik untuk memenuhi ambisinya tersebut.

Dia juga merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Dia memiliki kerajaan media terbesar. Stasiun-stasiun Televisi yang dimilikinya dijadikan mesin penghasil pundi-pundi rupiah sekaligus mesin propaganda untuk menghabisi lawan-lawannya dan memuja-muja dirinya.

Dengan arogan, dia mengabaikan begitu saja berbagai peraturan perundangan yang melarang konsentrasi pemilikan media dan larangan menjadikan lembaga penyiaran sebagai sarana propaganda.

Lembaga regulator televisi, Komisi Penyiaran Indonesia, nampak tak berdaya dan terlalu pengecut untuk mengendalikan perilaku Hary di dunia penyiaran.

Untuk meraih simpati umat Islam, dia menyalurkan dana besar-besaran melalui Yayasan yang khusus didirikan untuk membantu pesantren.

Kini dia semakin kuat karena menjadi salah satu donatur utama yang memungkinkan kemenangan Anies Baswedan.

Dia sekarang berada dalam jaringan yang menghubungkan Prabowo, Tommy Soeharto, keluarga Cendana, PKS, dan Rizieq Shihab.

Hari Tanu ingin mengendalikan Indonesia. Dan ini sama sekali bukan omong kosong.

BACA JUGA : Din Syamsudin : " Ahok Dituntut Pidana Percobaan ". Ini Mempermainkan Hukum

Din Syamsudin : " Ahok Dituntun Pidana Percobaan ". Ini Mempermainkan Hukum


Macroberita.com - Din Syamsudin yang merupakan salah satu Ketua Umum MUI angkat bicara perihal tuntutan jaksa terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias AHOK. Din menyebutkan tindakan jaksa merupakan salah satu contoh buruk yakni mempermainkan hukum.

" Ya saya menyatakan  itu adalah cara mempermainkan hukum," tegas Din saat ditemui redaksi  kami di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (25/04/17)

Din juga mengatakan bahwa pendapatnya tersebut bukan merupakan persoalan yang berdasarkan faktor keagamaan. Namun dia menegaskan pentingnya penegakan hukum di Indonesia segara negara berlandaskan hukum.

"Kalau adanya ketidakadilan hukum seperti ini, apalagi ada tindakan sengaja mempermainkan hukum, ini akan menimbulkan ketidakpercayaan pada hukum di Indonesia. Dan itu merupakan musibah karena negara tidak akan sanggup menghadapinya"sebutnya

Din menyatakan bahwa dia termasuk orang-orang yang mendorong berbagai pakar hukum  untuk bereaksi mengenai keputusan yang diambil ini. AHOK yang dalam kasus ini diberi tuntutan yang ringan, bahkan cenderung membebaskan, Menurut Din merupakan suatu bentuk perbuatan mempermainkan hukum.

"Dapat kita katakan sebagai sebuah perbuatan mempermainkan hukum. itu pasti akan dilawan rakyat''.

Seperti banyak yang kita ketahui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias AHOK pada persidangan kasus penistaan agama dituntut oleh jaksa penuntut umum untuk menerima dan menjalani hukuman satu tahun pidana penjara dengan masa percobaan dua tahun. Tuntutan tersebut mendapat reaksi keras dari beragam lapisan masyarakat, dan juga termasuk kekecewaan dan ketidakpuasan.

BACA JUGA : Polisi Menangkap Beberapa Pemuda Terkait Bentrok Warga di Cawang